Sunday, 27 January 2013

Makna Penting Kenaikan Yesus ke Sorga


(Kis 1:9-11)
“Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
Kis 1:9

Alkitab menuliskan tiga pengajaran penting sehubungan dengan kenaikan Yesus ke sorga.
1.    YESUS KEMBALI MENDAPATKAN SEMUA KEMULIAAN-NYA
Kenaikan Yesus ke sorga mengingatkan kepada kita bahwa Yesus tidak saja mati dan bangkit dari kematian untuk menebus dosa-dosa manusia serta menang atas maut, namun lebih dari itu Ia naik ke sorga untuk mengenakan kembali semua kemuliaan yang dimiliki-Nya sebagai Allah yang kekal, sebelum dunia ada (Yoh. 17:5). Dengan demikian sebagai orang percaya hendaklah kita senantiasa memuliakan Tuhan.
Memuliakan Yesus bukan berarti membuat Yesus lebih mulia tetapi hidup dengan merefleksikan Yesus di dunia ini. Caranya adalah mentaati perintah-perintah-Nya, semakin kita mentaati perintah-perintah-Nya maka kita akan semakin memuliakan-Nya. Semua perintah-perintah Tuhan sebenarnya merefleksikan Tuhan sendiri walaupun tidak sepenuhnya. Kasih, kerendahan hati, mengampuni, melayani, bersukacita, belas kasihan dan kejujuran, itu semua merupakan menunjukan keberadaan Allah. Jika kita melakukan semua itu maka kita sedang memuliakan Allah, karena kita sedang merefleksikan Allah.
2.             YESUS MENJADI PENGANTARA (IMAM BESAR) BAGI ORANG PERCAYA
Tuhan Yesus saat ini menjadi Pengantara orang percaya dengan Bapa di sorga (Ibr. 7:25; 8:6; 9:15; 12:24). Yesus duduk di sebelah kanan Allah untuk menjadi Pembela bagi orang percaya (Rom. 8:34), artinya tidak ada hal apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah (Rom. 8:38-39). Dengan kasih dan kuasa-Nya Yesus akan menjaga dan membawa orang percaya untuk memperoleh kehidupan kekal (Yud. 24). Ini semua merupakan jaminan keselamatan yang dijanjikan-Nya.
3.              YESUS MENJADI RAJA DI ATAS SEGALA RAJA
Yesus terangkat ke sorga untuk menjadi Raja yang memerintah dunia sampai selama-lamanya. Segala sesuatu telah di taklukan di bawah kaki-Nya (Ibr. 2:8). Biarlah melalui peristiwa kenaikan Yesus ke sorga, setiap kita diingatkan untuk tetap menjadikan Yesus sebagai Raja yang memerintah hidup kita, dengan mentaati perintah-perintah-Nya, sehingga kita senantiasa memuliakan-Nya.

Sunday, 20 January 2013

Melangkah Bersama Roh Kudus


(Kis 1:6-8)
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Kis 1:8

Para murid meminta Yesus untuk memulihkan kerajaan Israel (6), lalu Yesus menjawab semua itu urusan Bapa di sorga (7),  dan selanjutnya Yesus memberitahu hal yang perlu diketahui para murid yaitu kalau Roh Kudus turun maka mereka akan memiliki kuasa untuk menjadi saksi-Nya mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria hingga ke ujung bumi. Melalui pemberitahuan Yesus ini maka kita bisa menyimpulkan betapa pentingnya peranan Roh Kudus dalam kehidupan para murid. Sekalipun para murid adalah saksi mata akan semua yang telah Yesus lakukan dan alami selama tiga setengah tahun, yaitu sejak Yesus mulai di baptis, dan juga selama Yesus melayani, hingga mati di atas kayu salib, lalu bangkit di hari ketiga dilanjutkan dengan berulang-ulang menampakan diri selama empat puluh hari, sebagai bukti Ia hidup, namun Yesus tidak mengijinkan mereka meninggalkan Yerusalem sebelum Roh Kudus turun dan memberikan kuasa. Artinya untuk menjadi saksi tidak cukup hanya melihat dan tahu saja, para murid perlu disertai oleh Roh Kudus di dalam menjalankan perannya sebagai saksi Kristus yang hidup.
Sama seperti para murid, setiap orang percaya perlu disertai Roh Kudus di dalam menjalani kehidupan kekristenannya selama di muka bumi ini. Seberapapun lamanya menjadi orang Kristen, seberapapun banyaknya pengetahuan atau karunia yang dimiliki, tanpa pertolongan Roh Kudus maka orang  percaya tidak berdaya, hal ini bisa diibaratkan, seberapapun canggihnya computer, mesin cuci atau peralatan elektronik yang kita miliki tanpa adanya aliran listrik maka semua itu tidak dapat berfungsi. Orang Kristen tanpa campur tangan Roh Kudus tidak akan berfungsi sebagaimana seharusnya.
Roh Kudus adalah Roh Allah yang berkuasa untuk menyertai setiap orang percaya menjalani kehidupannya. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran sebagai Penolong (Yoh 14:26,17), yang akan memimpin setiap orang percaya kepada seluruh kebenaran (Yoh 16:13). Inilah saatnya kita melangkah bersama Roh Kudus. Melangkah bersama Roh Kudus artinya membiarkan Roh Kudus memimpin dan mengendalikan kehidupan kita setiap hari. Datanglah kepada-Nya di pagi hari sebelum memulai semua aktivitas untuk meminta pimpinan-Nya dan mengucap syukurlah di malam hari atas pimpinan-Nya yang sempurna. Tuhan memberkati.

Sunday, 13 January 2013

Action Comes Through the Spirit (ACTS)


(Kis 1:1-5)
“Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — "telah kamu dengar dari pada-Ku.  Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."”
Kis 1:4-5

Kitab Kisah Rasul merupakan kitab lanjutan dari Kitab Lukas. Jika Kitab Lukas menuliskan segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus hingga Yesus terangkat ke sorga (1-2a), maka Kitab Kisah Rasul menuliskan peristiwa yang terjadi setelah peristiwa Yesus terangkat ke sorga. Dilihat dari nama kitab ini (bahasa Indonesia) kita bisa langsung menebak bahwa kitab ini berisikan perjalanan para rasul di dalam mentaati perintah-perintah Yesus yang disampaikan-Nya sebelum Ia terangkat ke sorga, yaitu menjadi saksi Yesus di dalam memberitakan kabar baik (Matt 28:19,20; Mark 16:15; Luke 24:47; John 20:21), dan khususnya apa yang dikerjakan oleh Petrus dan Paulus. Di dalam kitab inilah kita bisa melihat bagaimana gereja mula-mula didirikan yang dimulai dengan pemberitaan Injil (kabar baik) yang dilakukan oleh murid-murid pertama Yesus.
Kitab ini mencatat para rasul melakukan tugas pelayanan mereka dengan penuh kuasa, bukan saja kotbah-kotbah yang disampaikan penuh kuasa sehingga ribuan orang bertobat, para rasul juga menyembuhkan banyak orang sama seperti apa yang telah dikerjakan Yesus sebelumnya. Bahkan kitab ini mencatat para rasul menjadi sangat berani, mereka sama sekali tidak takut akan siksaan ataupun mati dibunuh. Berbeda sekali dengan apa yang dituliskan di dalam Kitab Lukas, para rasul penuh dengan ketakutan, kuatir, bahkan salah satu murid-Nya yang bernama Petrus menyangkal Yesus, karena takut ditangkap.
Bagaimana semua ini bisa terjadi? Ini semua bisa terjadi karena ada satu “PRIBADI” yang bekerja di dalam kehidupan para rasul, yaitu Pribadi ROH KUDUS. Tanpa pekerjaan ROH KUDUS maka para rasul tidak dapat berbuat apa-apa. ROH KUDUS lah yang memampukan semua rasul-rasul melakukan hal-hal yang bersifat supra-natural, kotbah penuh kuasa dan berani berkorban demi Injil. Dengan demikian maka kita mengerti mengapa Yesus meminta tidak meninggalkan Yerusalem (4) sebelum mereka mengalami baptisan Roh Kudus (5).
Melalui tema kita tahun ini yaitu Action Comes Through the Spirit mari kita sama-sama belajar dan mengalami kuasa pekerjaan ROH KUDUS. Hanya ROH KUDUS yang sanggup memberikan penghiburan, kekuatan, hikmat dan kuasa di dalam menghadapi berbagai masalah dan pencobaan. Tuhan memberkati.

Sunday, 6 January 2013

GEREJA ADALAH LEMBAGA TERPENTING


“Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”
Mat 16:18

Apakah lembaga atau organisasi terpenting yang TUHAN Yesus dirikan di dunia ini? Jawabannya adalah gereja. Gereja didirikan bukan karena keinginan atau kemampuan manusia melainkan kehendak dan rencana agung TUHAN Yesus. Semua lembaga atau perkumpulan apapun di dunia ini akan berakhir hanya gereja satu-satunya lembaga yang tidak akan pernah berakhir, karena gereja bersifat kekal.
Gereja merupakan tempat dimana orang-orang percaya dipisahkan (dikuduskan) dari dunia melalui kelahiran baru, dipelihara, dilindungi, diperlengkapi, didewasakan, dan diutus kembali ke tengah-tengah dunia untuk menjadi saksi Kristus yang hidup. Gereja adalah bejana untuk memperlihatkan keagungan TUHAN, bukan saja di dunia, tetapi juga di dalam realm sorgawi (Richard D. Philips). Mengasihi Kristus berarti mengasihi gereja-Nya. Diselamatkan atau mengalami kelahiran baru berarti hidup berjemaat di dalam gereja sebagai tubuh Kristus. John Calvin mengatakan: “Orang yang hendak memiliki Tuhan sebagai Bapanya harus memiliki gereja sebagai ibunya.”
Dengan demikian maka sekarang kita mengerti bahwa keberhasilan gereja tidak diukur dengan seberapa banyaknya orang yang hadir, seberapa besar dan indahnya gedung, atau seberapa banyak harta kekayaan (cash) yang dimiliki. Keberhasilan gereja tidak diukur dari seberapa hebat yang sudah jemaat lakukan buat TUHAN melainkan seberapa banyak yang TUHAN sudah kerjakan melalui jemaat-Nya.
Tahun 2013 merupakan tahun dimana gereja House For All Nations membuka diri di hadapan TUHAN dengan segala kerendahan hati untuk membiarkan ROH KUDUS memimpin dan menyatakan kehendak-Nya sehingga gereja menjadi bejana yang indah bagi kemuliaan-Nya. Tanpa pertolongan kuasa ROH KUDUS gereja tidak bisa menggenapi apa yang TUHAN Yesus rencanakan.
Melalui tema tahun ini, yaitu “Actions Come Through the Spirit” mari kita belajar dan juga mengaplikasikan Kitab Kisah Para Rasul (The Book of ACTS) yang mana akan menjadi pokok bahasan utama tahun ini. Saya percaya melalui pertolongan ROH KUDUS, TUHAN akan membawa gereja ini menjadi saksi Kristus yang hidup.
TUHAN MEMBERKATI DAN SELAMAT TAHUN BARU 2013



Sunday, 30 December 2012

INDAH PADA WAKTUNYA


“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya”
Pengkhotbah 3:11a

Diusianya yang sudah tidak muda lagi, raja Salomo anak raja Daud menulis Kitab Pengkhotbah. Saat itu raja Salomo adalah raja yang paling berhikmat di muka bumi, raja yang paling kaya, sekaligus raja yang paling berkuasa dan paling terkenal di dunia. Dalam kondisi seperti itu, ia membuka pasal pertama Kitab Pengkhotbah dengan satu kesimpulan semua yang ia telah kejar dan dapatkan adalah sia-sia. Kekayaan, kekuasaan, memiliki isteri dan gundik yang banyak, kepandaian, hikmat, ilmu pengetahuan, kehormatan, pujian, keterkenalan yang  diterimanya semuanya tidak membuat Salomo puas. Akhirnya Salomo membenci kehidupannya, semua jerih payahnya adalah sia-sia (2:17), bahkan ia menyamakan dirinya dengan binatang yang akhirnya mengalami kematian (3:18-20). Semuanya sia-sia sama dengan usaha menjaring angin, itulah yang dikatakannya berkali-kali.
Jika benar-benar merenungkan apa yang dikatakan oleh Salomo maka kita akan memberikan kesimpulan yang sama. Sesungguhnya manusia tidak bisa mengejar dan mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan di dunia ini dengan usahanya sendiri. Salomo menyimpulkan bahwa kepuasan dan kebahagiaan adalah kasih karunia TUHAN. Seseorang bisa dikaruniai TUHAN kekayaan, harta benda dan kemuliaan, namun jika TUHAN tidak mengaruniakan untuk menikmatinya maka semua itu hanyalah penderitaan pahit (6:1-2).
Dua hari lagi kita akan memasuki tahun 2013, apa yang kita rencanakan dan akan dilakukan di tahun yang baru? Biarlah apa yang dikatakan oleh Salomo ini membuat hidup kita menjadi lebih berarti baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan sesama kita. Mari kita berdoa untuk meminta kasih karunia agar bisa menikmati apapun yang TUHAN berikan kepada kita. Percayakan sepenuhnya hidup dan masa depan kita kepada-Nya. Jika saat ini kita masih mengalami berbagai permasalahan, ingat bahwa segala sesuatu ada waktunya (3:1-8); segala sesuatu ada di dalam kontrol TUHAN, oleh sebab itu kita harus percaya bahwa semuanya akan mendatangkan kebaikan (Roma 8:28) dan “INDAH PADA WAKTUNYA”.

SELAMAT TAHUN BARU 2013