Sunday, 9 February 2014

ORANG KRISTEN SERUPA DENGAN KRISTUS

Theme           : Orang KRISTEN serupa KRISTUS
Date               : 09 Feb 2014
Texts              : Acts 13:1-3

I.              INTRODUCTION

Ø  Tema kita tahun 2014 ini adalah “Our Lives on Mission”
o   Mengingatkan kita:
§  Setiap kita ditetapkan menjadi missioners Allah
§  Setiap kita terlibat sebagai missioners-nya Allah
§  Menjadi missioners Allah lebih dari sekedar
·      Memberikan uang untuk misi.
·      Memberitakan Kabar Baik.
·      Berbuat Baik dengan membagikan makanan.
·      Melayani di gereja.
·      Membawa orang datang kepada Kristus (sejarah membuktikan ada banyak orang yang mati syahid namun mati sia-sia).
§  MENJADI MISSIONERS ALLAH BERARTI
·   MENJADI SAKSI-NYA ITU BERARTI MENJADI SEPERTI KRISTUS
·      MENJADI MIRIP DENGAN YESUS
· MENJADI ORANG-ORANG YANG DIGOLONGKAN SEPERTI KRISTUS
·      MENJADI KRISTUS-KRISTUS KECIL
§  JEMAAT DI ANTIOKHIA DISEBUT SEBAGAI ORANG KRISTEN DAN INI SEBUTAN PERTAMA SEBAGAI JEMAAT MULA-MULA
·      Kis. 11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
·      “ORANG-ORANG” MELIHAT JEMAAT DI ANTIOKHIA LAYAK UNTUK DISEBUT SEBAGAI ORANG KRISTEN KARENA MEREKA “MIRIP DENGAN YESUS”
o   MEREKA MELAKUKAN APA YANG DILAKUKAN OLEH YESUS KETIKA ADA DI DUNIA INI
§  ORANG-ORANG DI SEKITAR KITA MATANYA TERBUKA SEHINGGA BISA TAHU YANG MANA “SUAMI” SAYA. MATANYA TIDAK TERTUTUP SEHINGGA HANYA MENGGUNAKAN PERASAAN UNTUK MEMBEDAKAN BERLEMAK DAN BEROTOT. PERASAAN BISA SALAH…
§  TANPA SERUPA DENGAN KRISTUS MAKA KITA AKAN MENJADI ORANG KRISTEN YANG ANEH
·      BAGAIKAN TUBUH TANPA TULANF; RATA DAN TIDAK BERBENTUK 
·      "SEPERTI KRISTUS" DAPAT DISAMAKAN DENGAN TUBUH YANG MEMILIKI TULANG YANG MEMBAWA KEINDAHAN.
§  APAKAH KITA SUDAH MENJADI ORANG KRISTEN?
§  BAGAIMANA PENDAPAT ORANG TENTANG KEKRISTENAN KITA?
§  INI YANG AKAN KITA BAHAS PAGI INI

II.            MEANING AND CONTEXTS

§  Kis. 13:1 Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.
§  Kis. 13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka"
§  Kis. 13:3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi

·      Lukas menggunakan dua kata yang  sangat penting dan memiliki arti yang sangat penting di sini, yaitu jemaat di Antiokhia.
·      Mengapa penting? Karena jemaat di Antiokhia merupakan jemaat mula-mula yang disebut sebagai orang Kristen.
o   Kis. 11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
·      ARTI  ORANG KRISTEN
o   Orang Kristen berarti “Kristus Kecil” atau “Golongan Kristus” atau “Pengikut Kristus ”, dapat diartikan apa yang mereka mirip atau serupa dengan Kristus.

III.          THEME: Orang KRISTEN serupa KRISTUS

*    ORANG KRISTEN SANGAT MEMILIKI ARTI YANG SANGAT PENTING DI DUNIA INI. KARENA ORANG KRISTENLAH YANG DIPERCAYA UNTUK MENYATAKAN KEHENDAK ALLAH DI BUMI SEPERTI DI SURGA
*    “MENDATANGKAN” KEBERADAAN ALLAH DI DUNIA INI.


MELALUI TEKS INI KITA BELAJAR TIGA HAL UNTUK SERUPA DENGAN KRISTUS, YAITU:
  1. A. BERIBADAH

*    Yesus pergi beribadah di tempat ibadat
o   Mat. 12:9 Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka.
*    Orang KRISTEN yang serupa KRISTUS adalah orang yang pergi beribadah dan bersekutu dengan saudara seiman.
o   Kis 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
o   Ibr 10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
o   ADA KEMEROSOTAN ARTI DARI BERIBADAH KEPADA ALLAH.
§  DIPERKECIL MENJADI PERBUATAN BAIK. BUAT APA KE GEREJA YANG PENTING BERBUAT LEBIH BAIK DARI YANG ADA DI GEREJA. (KESOMBONGAN YANG LUAR BIASA, MERASA BAHWA TUHAN MELAYAKAN DIRINYA KARENA PERBUATAN BAIK). INI BERBICARA TENTANG BAGAIMANA KITA MENYEMBAH TUHAN BERSAMA-SAMA DEMI KEMULIAAN-NYA.
§  BERIBADAH MERUPAKAN TINDAKAN ORANG KRISTEN DIMANA ORANG AWAM MATANYA HARUS TERBUKA BAHWA ORANG KRISTEN BERIBADAH KE GEREJA SETIAP HARI MINGGU DAN ITU MERUPAKAN HAL SANGAT PENTING, LEBIH PENTING DARI UANG DAN PEKERJAAN.
o   Panggilan beribadah KEPADA Allah merupakan PANGGILAN ALLAH KETIKA MEMBEBASKAN ORANG ISRAEL DARI MESIR. “BEBASKAN SUPAYA MEREKA BERIBADAH KEPADA-KU.” BUKANKAH KITA DIBEBASKAN DARI “MESIR” UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH.
  1. B.    BERDOA SYAFAAT (v 2-3)

*    Yesus berdoa syafaat
o   Lukas 22:32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.”
o   Lukas 23:34 Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.
o   Yoh. 17
Ø  BAGI SAYA DOA SYAFAAT ADALAH BERDOA BAGI ORANG LAIN DAN MENEMPATKAN DIRI KITA SEBAGAI ORANG YANG SEDANG KITA DOAKAN.
o   DOA SYAFAAT MERUPAKAN RESPON TERHADAP FIRMANTUHAN
o   KEPEDULIAAN YANG TULUS
§  KESUNGGUHAN HATI KARENA KASIH KEPADA SESEORANG
§  PENYANGKALAN DIRI
§  TIDAK MEMENTINGKAN DIRI
§  BERGANTUNG KEPADA ALLAH
§  MENJALANKAN MISI ALLAH DEMI KEMULIAAN NAMA-NYA.
o   DOA SYAFAAT LEBIH DARI MENUNJUKAN HATI YANG BENAR-BENAR PEDULI ATAS KEPENTINGAN ORANG LAIN NAMUN BENAR-BENAR MENUNJUKAN SIKAP RENDAH HATI KARENA BUKAN UNTUK MENONJOLKAN DIRI DAN KELIHATAN BAIK DAN HEBAT NAMUN AGAR KEHENDAK DAN RENCANA ALLAH DAN PERTOLONGAN ALLAH DINYATAKAN.
o   DENGAN DEMIKIAN DOA SYAFAAT ADALAH DEMI KEMULIAAN ALLAH.
Ø  KITA BISA PEDULI NAMUN BELUM TENTU UNTUK KEMULIAAN ALLAH, BISA-BISA UNTUK KEPENTINGAN SENDIRI DAN KESOMBONGAN SENDIRI.
o   Sekarang ada banyak kegiatan social supaya menjadi terkenal dan terpilih menjadi orang hebat atau “pemimpin”.
Ø  Sebagai orang Kristen yang adalah tubuh Kristus, sudah seharusnya berdoa syafaat merupakan bagian hidup kita. Apa yang terjadi dengan tubuh yang lain seharusnya menjadi perhatian kita.
o   Ketika selesai operasi mata, tangan dan kepala saya sama-sama harus menjaga mata saya supaya tidak terluka. Tangan dan kepala saya  tidak bisa berpikir itu urusan mata, mau luka atau hancur bukan urusan saya. Coba angkat telunjuk … dan tolong masukan ke mata … Pasti kalau …. Normal dan hidup maka akan melindunginya.
o   ITULAH DOA SYAFAAT, BAGAIMANA KITA BENAR-BENAR PEDULI DENGAN ORANG-ORANG DI SEKITAR KITA.
*    Orang KRISTEN di Antiokhia mirip dengan KRISTUS karena mereka berdoa syafaat bagi gerejanya (v 2-3).
o   Mereka senantiasa berdoa syafaat dan mengambil kesempatan untuk berpuasa.
§  PANGGILAN MENJADI PENDOA SYAFFAT ADALAH PANGGILAN BAGI SETIAP ORANG
·      “Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu” (1 Samuel 12:23)
§  BERDOALAH bagi seseorang yang ada dalam tawanan Iblis
§  BERDOALAH bagi orang sedang sakit
§  BERDOALAH bagi seseorang untuk lebih mengasihi Tuhan
§  BERDOALAH bagi seseorang yang sedang menghadapi masalah keuangan atau pekerjaan
§  BERDOALAH bagi pertumbuhan iman dan kedewasaan
§  BERDOALAH bagi bangsa dan negara
§  BERDOALAH bagi gereja
§  BERDOALAH bagi para pemimpin dan pengurus dan tim kerja gereja
§  BERDOALAH bagi orang tua kita
§  BERDOALAH bagi anak-anak dan pasangan hidup kita
§  BERDOALAH bagi utusan INJIL
§  BERDOALAH bagi keselamatan jiwa
o   HANYA seorang Kristen yang serupa dengan Kristus yang MENAIKAN DOA-DOA SYAFAATNYA.

  1. C.    MENTAATI PERINTAH TUHAN (v 2-3)

*    YESUS MENTAATI PERINTAH TUHAN
o   Yoh 4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
*    ORANG KRISTEN HARUS TAAT KEPADA PERINTAH TUHAN
o   Jemaat di Antiokhia mentaati perintah Tuhan
o   Kis. 13:3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, c  mereka membiarkan keduanya pergi
§  Memberikan yang terbaik bagi Tuhan
§  Kepentingan Allah (Kerajaan Allah) didahulukan

IV.          CLOSING  

ü  KERINDUAN TUHAN TETAP SAMA, SETIAP KITA MENJADI SERUPA DENGAN-NYA
ü  KETETAPAN TUHAN TETAP SAMA, SETIAP KITA MENJADI SERUPA DENGAN-NYA
ü  PAGI INI MARI KITA INTROSPEKSI DALAM HAL APA KITA HARUS SEMAKIN SERUPA DENGAN KRISTUS
o   BERIBADAH KAH?
o   BERDOA SYAFAAT KAH?

o   ATAU KETAATAN KAH?

Thursday, 6 February 2014

CIRI-CIRI ORANG KRISTEN (Kis. 13:1-3)


“Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.”
Kis. 13:2
Satu kali Cessare Lombroso (kriminolog Itali) memeriksa mayat seorang penjahat bernama Vilella, dan ia mengambil kesimpulan bahwa ciri-ciri seorang penjahat adalah: memiliki rahang yang besar, tulang pipi yang tinggi, ada tonjolan melengkung pada alis, memiliki garis-garis tegas pada telapak tangan, memiliki tato, malas dan memiliki penglihatan yang sangat tajam. Pendapatnya tersebut ia tulis dalam bukunya pada tahun 1876 berjudul “Manusia Penjahat”. Sekalipun kebenarannya cukup diragukan namun ada kemungkinan kita akan merinding dan memanjatkan doa terus menerus jika satu malam di tempat yang sepi berpapasan dengan orang yang memiliki ciri-ciri yang Lomborso kemukakan.
Seseorang akan lebih mudah dikenali jika diketahui ciri-ciri yang dimilikinya. Polisi akan memberitahu masyarakat luas akan ciri-ciri seorang penjahat yang sedang diburunya. Begitu pula seseorang akan dikenal sebagai orang Kristen karena ia memiliki ciri-ciri yang khusus. Beda dengan orang Kristen “KTP”, artinya orang yang menamakan dirinya Kristen namun kehidupannya tidak sama dengan ciri-ciri orang Kristen yang seharusnya.
Melalui jemaat di Antiokhia, kita bisa menyimpulkan sedikitnya ada tiga ciri-ciri yang menunjukan seseorang adalah orang Kristen. Ciri yang pertama adalah seorang yang memiliki hubungan intim dengan Tuhan. Senantiasa berdoa dan menyempatkan diri untuk berpuasa. Ciri yang kedua menunjukan bahwa ia adalah seorang yang taat akan perintah Tuhan. Dan ciri yang ketiga, ia adalah seorang yang dengan rela hati memberitakan Kabar Baik/ Injil.

Ketiga ciri-ciri tersebut semuanya dilakukan oleh Yesus semasa hidup-Nya. Mari introspeksi diri kita sebagai orang percaya, apakah kita memiliki ketiga ciri-ciri tersebut di atas? Apakah kita seorang Kristen yang memiliki kerinduan untuk berdoa, rindu untuk mentaati perintah-perintah-Nya dan rindu untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang yang terhilang? Dengan melakukan ketiga hal tersebut maka dunia akan melihat bahwa kita adalah orang KRISTEN yang benar-benar KRISTEN.  AMIN.

Friday, 31 January 2014

BANGUN DARI KOMA


“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Kis. 1:8
Salah satu berita duka bagi dunia olah raga, khususnya pecinta adu balap mobil ialah Michael Schumacher, juara dunia tujuh kali Formula 1, mengalami kecelakaan saat bermain ski, 29 Desember 2013 yang lalu. Saat ini Michael dalam kondisi koma dan dokter sedang berusaha untuk membangunkan Michael dari komanya, dengan mengurangi sedikit demi sedikit dosis obat tenang yang selama ini dikonsumsinya. Selama satu bulan ini dokter berusaha untuk membantu Michael bertahan hidup, maka dengan mengurangi obat penenang diharapkan dapat merangsangnya agar bisa sadar dari koma.
Tanpa disadari seringkali keberadaan kita sebagai orang Kristen sama dengan keberadaan Michael yang menderita “koma” di hadapan Tuhan dan sesama. Keberadaan kita tidak memberikan “kehidupan” dan dampak bagi sesama kita. Hanya “tidur dan berbaring” tidak melakukan apapun bahkan sebaliknya berharap orang-orang melayani kita.
Pengorbanan Yesus di atas kayu salib dan kebangkitan-Nya dari kematian mengingatkan kepada kita, anak-anak-Nya untuk bangun dari “koma” dan hidup sebagaimana harus hidup sesuai dengan panggilan-Nya. Janji Allah untuk memberikan kuasa kepada orang percaya untuk menjadi saksi-saksi-Nya (Kis. 1:8) berarti Allah sudah menetapkan setiap orang percaya berada di dalam misi-Nya, yaitu menjadi saksi-saksi-Nya yang hidup. Dengan demikian maka menjadi saksi Allah bukan satu pilihan melainkan satu keadaan yang harus kita terima dan jalani sebagai konsekuensi dari keselamatan yang telah kita terima.

Sesuai dengan tema gereja kita tahun ini “Our Lives on Mission”, maka inilah saatnya kita “bangun dari koma” dan kembali hidup sebagaimana yang Allah rindukan, yaitu hidup dan berjalan di dalam misi-Nya. Menjadi saksi-saksi-Nya dimanapun kita berada, apapun status yang kita miliki dan apapun yang sedang kita kerjakan. Dengan demikian maka kita tidak hanya bertahan untuk hidup melainkan membawa kehidupan bagi sekitar kita. Amin.

Thursday, 23 January 2014

TUHAN Melaksanakan Rencana-Nya (Kis. 12:24)


“Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan,.. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya.”
Yes. 46:10b, 11b
Satu kali saya pergi ke pet shop untuk membeli ikan, setibanya di sana saya memilih beberapa ekor ikan dari sekian banyak ikan yang dijual di toko tersebut. Ketika pegawai toko menangkap ikan-ikan yang saya pilih, ikan-ikan tersebut berlari dan bersembunyi terlihat ketakutan, ikan-ikan tersebut tidak tahu bahwa rencana saya untuk memelihara dan memberikan “fasilitas” yang jauh lebih baik dibandingkan dengan yang ada di toko tersebut. Akhirnya rencana saya terlaksana untuk membawa semua ikan-ikan yang saya inginkan ke rumah.
Pengalaman yang sama juga dialami oleh kekristenan abad permulaan, sekalipun ada begitu banyak tekanan, penganiayaan bahkan pembunuhan terhadap orang-orang Kristen, namun rencana Tuhan untuk menyebarkan Injil mulai dari Yerusalem, Yudea. Samaria dan sampai ke ujung bumi tetap terlaksana (Kis. 1:8).  Rencana Tuhan pasti terlaksana dan tidak ada hal apapun yang bisa menghambat-Nya. Saat itu para ahli agama dan pemerintah yang berusaha menghambat bahkan memusnahkan kekristenan namun rencana dan kehendak Tuhan tetap terlaksana, di mana firman Tuhan semakin tersebar dan makin banyak didengar orang (Kis. 12:24).
Sama seperti ikan-ikan yang saya beli, mereka tidak tahu pernah mengerti rencana saya untuk memberikan yang lebih “baik” dibandingkan dengan ketika mereka ada di toko. Begitu pula kita sebagai manusia tidak akan pernah mengerti rencana Allah secara detil dan sempurna, namun rencana Allah selalu baik, itu yang senantiasa harus kita imani. Sebagai manusia, orang-orang melihat penganiayaan dan pembunuhan terhadap orang-orang Kristen ketika itu sebagai satu kegagalan dari rencana Allah.  Namun sekarang kita mengerti bahwa itu bukan satu kegagalan namun sebaliknya justru keberhasilan, dimana rencana-Nya terlaksana dengan sempurna. Kuat kuasa Allah jauh lebih besar dari usaha manusia yang berusaha menggagalkannya.

Melalui Perjamuan Kudus hari ini, mari kita mengucap syukur karena rencana-Nya menyelamatkan kita dari dosa sudah terlaksana dengan sempurna. Puji Tuhan.

Sunday, 19 January 2014

Siapakah Yang Dimuliakan? (Kis. 12:20-23)

“Aku akan melakukannya oleh karena Aku, ya oleh karena Aku sendiri, sebab masakan nama-Ku akan dinajiskan? Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain!“
Yes. 48:11
Peristiwa ini merupakan peristiwa yang mengenaskan, pada saat Herodes berada di puncak kepemimpinannya, ia harus mendapatkan hukuman Tuhan yang membawa kematian, karena ia tidak menghormati Tuhan (23). Herodes adalah seorang pemimpin yang akan melakukan apa saja asal ia disenangi orang (3), termasuk membunuh orang yang tidak bersalah, dalam hal ini Yakobus (2), bahkan ia merencanakan pembunuhan berikutnya terhadap Petrus (4), selaku pemimpin dari para rasul.
Satu hal yang Herodes tidak mengerti adalah bahwa ia hidup bukan untuk kepentingannya sendiri. Herodes tidak paham bahwa ia diciptakan untuk memuliakan Tuhan dan bukan untuk memuliakan dirinya; ia diciptakan untuk menghormati Tuhan bukan supaya dirinya dihormati; ia ada di dunia untuk menyenangkan Tuhan bukan supaya ia disenangi; ia ada untuk meninggikan Tuhan bukan untuk meninggikan dirinya.
Memuliakan Tuhan merupakan tujuan Allah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini termasuk manusia. Kemuliaan hanya merupakan milik Allah, bukan untuk manusia (Yes. 42:8, 48:11). Pertanyaannya adalah dalam hidup kita “Siapakah Yang Dimuliakan?” Tuhan atau diri kita sendiri? Tidak ada seorangpun yang bisa memuliakan Tuhan sekaligus memuliakan dirinya sendiri pada saat yang bersamaan!
Apakah kita berdoa, melayani, memberi dan menjalankan hal-hal yang bersifat baik dan rohani, agar kita mendapatkan pujian dan disenangi orang atau agar berkenan dan memuliakan Tuhan? Apakah kita sedang membangun kerajaan sendiri atau sedang membangun kerajaan-Nya? Apakah kita jengkel dan kecewa ketika orang tidak memuji dan menghargai seluruh jerih payah yang kita lakukan? Jika jawabannya “Ya” maka kita tidak sedang memuliakan Tuhan.

Setiap orang dapat memuliakan Tuhan karena ia diciptakan untuk hal itu. Seorang raja, presiden, penginjil, orang cacat, kaya atau miskin semuanya dapat memuliakan Tuhan. Tuhan mengijinkan kesulitan dan kelemahan terjadi, agar nama-Nya dimuliakan. Biarlah ini menjadi kerinduan setiap kita, yaitu senantiasa memuliakan Tuhan dengan hidup kita. Amin.