Sunday, 12 August 2012

MERAIH KEMENANGAN (Neh 3:28; 4:1-23)



“Dan kalau kamu mendengar bunyi sangkakala di suatu tempat, berkumpullah ke sana mendapatkan kami. Allah kita akan berperang bagi kita!”
Neh 4:20
Kita memasuki pembangunan Pintu Gerbang Kuda, yang mana pintu ini merupakan pintu akses masuk ke dalam kerajaan. Pintu masuk dan ke luar semua kuda yang digunakan untuk berperang. Dalam kasus ini, Nehemiah mengalami serangan-serangan musuh yang mencoba untuk menggagalkan pembangunan yang sedang dikerjakannya. Pasal ke-4, menceritakan bagaimana Nehemiah mengalami serangan-serangan agar pembangunan yang ia kerjakan terhenti. Serangan-serangan yang harus dihadapi oleh Nehemia bukan saja serangan yang berasal dari luar (Sanbalat, Tobia dan tentara Samaria) tetapi juga serangan dari dalam, yaitu dari  orang-orang Yehuda sendiri yang mulai lelah dan putus asa (Neh 4:10).
Menghadapi situasi seperti itu, Nehemia mengambil langkah-langkah tepat sehingga ia dapat terus melanjutkan pembangunan hingga selesai dan meraih kemenangan. Langkah-langkah tersebut adalah:
1.     Nehemia datang kepada Tuhan (Neh 4:4-5, 9)
2.     Nehemia terus membangun dengan semangat dan tidak menyerah (Neh 4:6, 16, 21, 23)
3.     Nehemia berjaga-jaga dan bergantung kepada Tuhan (Neh 4:13-14, 16-17, 20, 22-23)
Sebenarnya apa yang menjadi pengalaman Nehemia merupakan pengalaman yang kita alami setiap hari. Sebagai orang percaya, kita diperhadapkan dengan berbagai serangan baik dari luar maupun dari dalam. Serangan-serangan yang ditujukan untuk melemahkan dan menjatuhkan kita, seperti kegagalan, dosa, ejekan, kekuatiran, sakit penyakit, keuangan, atau mungkin kesuksesan. Bagaimana agar kita bisa meraih kemenangan menghadapi situasi dan keadaan tersebut?
Belajar dari Nehemia untuk tidak fokus kepada kelemahan dan kekurangan kita melainkan arahkan “mata” kita kepada Tuhan yang berkuasa dan sanggup menolong kita. Dan juga terus melangkah menjalani kehidupan kekristenan kita tanpa pernah menyerah sebagai bukti bahwa kita memiliki iman dan bergantung kepada Tuhan. Senantiasa berjaga-jaga dalam dengan permohonan dan pengucapan syukur, dengan demikian maka kita dapat meraih kemenangan sehingga nama Tuhan dimuliakan. Amin.

Sunday, 5 August 2012

SELAMAT JALAN DAN SAMPAI JUMPA TANTE MARY E. VERBRUGGE



Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Yoh 14:1-2
Tanggal 28 Juli 2012 dan jam 9.23 pm, adalah waktu dimana saya menerima kabar dukacita atas meninggalnya tante Mary, rupanya pertemuan saya di HFAN surrey enam hari sebelumnya merupakan pertemuan terakhir dengannya. Kami sekeluarga sangat kehilangan tante Mary, mengingat hubungan kami sekeluarga cukup erat, terutama sejak kami sekeluarga memulai perintisan HFAN Surrey Campus.
Tante Mary adalah salah satu pendoa syafaat gereja yang sangat setia dan juga salah satu anggota paduan suara yang selalu mengisi suara alto. Ia rela datang lebih pagi dan pulang hingga jauh malam. Dan lebih dari itu semua tante Mary merupakan sahabat yang Tuhan tempatkan bagi saya sekeluarga, seringkali tante Mary dengan hati yang tulus memberikan komentar yang membangun dan positif mengenai kotbah-kotbah yang saya sampaikan di akhir kebaktian. Pernah satu kali ia tidak memiliki pemahaman yang sama dengan yang saya sampaikan, dengan segala kerendahan hati ia menyampaikan keberatannya. Dalam hal ini saya melihat tante Mary adalah seorang yang mengasihi Tuhan dan firman-Nya. Ia sungguh-sungguh mendengarkan dan mau belajar dengan sungguh-sungguh.
Lebih dari itu semua, tante Mary adalah malaikat Tuhan bagi keluarga saya. Hampir setiap ketemu saya, ia selalu menyampaikan bahwa ia selalu berdoa bagi saya dan keluarga. Dua bulan yang lalu tante Mary mengirimkan surat kepada Christian anak saya yang kedua, ia memberitahu Christian untuk tidak kuatir dan akan terus berdoa bagi kesehatan Christian. Apa yang dilakukan tante Mary sungguh menguatkan dan menghibur kami sekeluarga.
Saat ini tante Mary telah berpulang ke rumah Bapa di surga, ia sudah ada dalam keadaan yang penuh dengan sukacita surgawi, tidak ada tangis dan rasa sakit lagi.
Sekalipun kita kehilangan seorang yang kita kasihi saat ini, namun kita perlu bersyukur kepada Bapa di surga, karena perpisahan ini hanya ntuk sementara, satu kali kita akan berjumpa kembali dengan tante Mary, dan sejak itu kita tidak akan pernah berpisah lagi.
Terima kasih tante Mary yang telah menjadi teladan bagi kami semua yang pernah mengenal tante, selamat jalan dan sampai jumpa kembali. Amin.

Sunday, 29 July 2012

Peranan Roh Kudus dalam hidup orang percaya (1 Kor 12:4-11)



"Ada rupa-rupa karunia tetapi satu Roh, dan Ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang."
1 Kor 12:4-6

Minggu yang lalu kita belajar empat hal sehubungan dengan peranan Roh Kudus, yaitu:
         Menyertai kita selama-lamanya
         Mengajar dan mengingatkan
         Menuntun kepada keselamatan
         Menuntun dengan benar

Selain keempat hal tersebut di atas ada  peranan Roh Kudus yang lainnya, yaitu melengkapi orang-orang Kristen dengan karunia-karunia Roh Kudus. Paulus menyampaikan kepada jemaatnya di Korintus bahwa orang percaya sebagai tubuh Kristus diberikan karunia-karunia Roh Kudus untuk saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Karunia Roh Kudus ini digunakan untuk kepentingan bersama. Roh Kudus memberikan karunia-karunia tersebut kepada tiap-tiap orang secara khusus berdasarkan kehendak-Nya, artinya Ia akan memberikan karunia-karunia tersebut sesuai dengan keperluan tubuh Kristus, secara universal.

Beberapa karunia Roh Kudus yang dimaksudkan Paulus adalah karunia: berkata-kata dengan hikmat, berkata-kata dengan pengetahuan, iman, menyembuhkan, mengadakan mujizat, bernubuat, membedakan bermacam-macam roh, berbahasa roh dan menafsirkan bahasa roh. Mengingat semua karunia ini diberikan dan dikerjakan oleh Roh Kudus maka karunia-karunia tersebut harus digunakan demi kepentingan bersama dan untuk memuliakan-Nya.

Hal lainnya yang bisa kita pelajari adalah setiap orang percaya harus puas dengan karunia Roh Kudus yang ia terima. Ia tidak boleh iri jika ada orang lain yang memiliki karunia yang berbeda dengan dirinya, sebaliknya harus mengucap syukur dan saling melayani satu dengan yang lainnya. Karunia apapun yang kita miliki hendaklah kita gunakan dengan setia dan dengan penuh tanggung jawab.

Paulus juga mengingatkan bahwa hendaklah kita menggunakannya bukan untuk kepentingan pribadi melainkan untuk kepentingan bersama. Dengan kata lain bukan untuk mencari keuntungan pribadi melainkan untuk keuntungan bersama. Karunia yang kita miliki juga bukan digunakan untuk menyombongkan diri karena sesungguhnya Roh Kudus sendiri yang mengerjakannya di dalam diri kita.

Berdasarkan perikop ini, karunia Roh Kudus apakah yang kita miliki sekarang? Sudahkah kita menggunakannya dengan setia dan penuh tanggung jawab? Apapun karunia yang kita miliki marilah kita gunakan dengan penuh kerendahan hati serta penuh dengan pengucapan syukur, karena Tuhan mau berkarya dan menggunakan kita demi kemuliaan-Nya. Tuhan memberkati. 

Sunday, 22 July 2012

PARAKLÄ’TOS – ROH PENOLONG LAINNYA



“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
Yoh 16:7
Yesus tahu bahwa tidak berapa lama lagi Ia akan ditangkap dan disalibkan, dan itu berarti Ia akan meninggalkan murid-murid yang dikasihi dan mengasihi-Nya. Yesus memberitahu murid-murid-Nya bahwa Ia akan segera meninggalkan mereka. Saat Yesus memberitahukan hal tersebut maka murid-murid menjadi gelisah (Yoh 14:1), mereka benar-benar akan kehilangan Yesus. Bayangkan selama hampir 3 ½ tahun, Yesus selalu ada bersama dengan mereka. Yesus mengajar, menghibur, menguatkan, meneguhkan, menyembuhkan dan berdoa bagi mereka. Sekarang tiba-tiba mereka diberitahu bahwa Yesus akan meninggalkan mereka, tentu saja mereka menjadi cemas dan gelisah.
Yesus tahu bahwa murid-murid-Nya tidak akan sanggup menjalani kehidupannya tanpa pertolongan dari-Nya. Oleh sebab itu Yesus mengatakan akan mengirimkan seorang Penolong lainnya, yang berarti Penolong yang memiliki kemampuan dan kuasa yang sama dengan-Nya. Yang dimaksud oleh Yesus, sang Penolong lainnya adalah Roh Kudus, Roh Allah sendiri. Roh yang tidak lagi dibatasi oleh waktu dan tempat, Roh yang tinggal di dalam hidup murid-murid-Nya dan tidak akan pernah meninggalkannya. Roh yang menyertai sampai akhir jaman (Mat 28:19-20).
Sejak Yesus dibangkitkan dari kematian dan naik ke surga maka tugas-tugas-Nya digantikan oleh Roh Kudus, Roh yang senantiasa ada di dalam kehidupan kita selaku orang percaya. Sama seperti murid-murid Yesus yang tidak bisa hidup menjalankan tugas-tugas dan tanggung jawabnya tanpa pertolongan Yesus, begitu pula setiap kita, tidak bisa terlepas dari pertolongan Roh Kudus, yang berperan sebagai:
1.     Penolong yang menyertai selama-lamanya (Yoh 14:16-17)
2.     Penghibur (Yoh 16:7)
3.     Pemimpin kepada kebenaran (Yoh 16:13)
4.     Pribadi yang menolong untuk memuliakan Yesus (Yoh 16:14)
5.     Pemberi kuasa untuk bersaksi (Kis 1:8)
6.     Penyalur karunia-karunia Roh Kudus untuk melengkapi orang percaya sebagai tubuh Kristus di dunia ini (1 Kor 12:8-11)
Dengan demikian sudah seharusnya kita tidak perlu takut dan gelisah menjalani kehidupan di dunia ini, karena kita memiliki Penolong yang setiap saat siap menolong kita. Amin. 

Friday, 13 July 2012

MENGUTAMAKAN TUHAN BERARTI MENTAATI-NYA (Daniel 2-6)



“Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”
Daniel 3:17-18
Setelah Daniel mengambil keputusan untuk tidak menajiskan dirinya dengan makanan dan minuman anggur raja maka TUHAN mengaruniakan kasih dan sayang dari pemimpin istana kerajaan Nebukadnezar. Selanjutnya pasal 2 sampai pasal yang ke-6, kisah Daniel dan ketiga temannya yang luar biasa yang dipenuhi sikap integritas. Mereka berani mengorbankan diri, berani melanggar perintah raja, berani kehilangan jabatan bahkan nyawa mereka demi mentaati perintah TUHAN.
Kisah ini mengajarkan bagian kehidupan kekristenan yang sangat penting, yaitu bagaimana sikap hati kita kepada TUHAN. Apakah kita memiliki sikap hati yang mengutamakan TUHAN atau tidak? Tindakan Daniel dan teman-temannya yang sama sekali tidak mau kompromi merupakan tindakan yang membuktikan bahwa TUHAN adalah nomor satu dalam hidupnya. TUHAN merupakan prioritas utama di dalam kehidupan mereka. 
Mereka tidak kompromi bukan karena mereka mengharapkan TUHAN menolong dan memberkati mereka (3:16-18), melainkan karena mereka benar-benar ingin mentaati perintah-perntah TUHAN. Mereka juga bukan takut dihukum TUHAN, tapi karena mereka memang lebih mengutamakan kepentingan TUHAN daripada kepentingan pribadinya.
Banyak alasan dalam kehidupan kita untuk tidak mentaati perintah-perintah TUHAN, seperti mengampuni, memberi, melayani, memberi perpuluhan, menghormati orang tua, jujur, murah hati dan perintah-perintah lainnya; hal ini terjadi karena menyangkut kepentingan pribadi, seperti: harga diri, kekayaan, sakit hati, kesombongan dan hal-hal lainnya yang bersifat kedagingan.
Melalui kebenaran yang diajarkan dalam perikop ini maka seharusnya kita mengutamakan TUHAN dibandingkan dengan kepentingan lainnya. Sama seperti TUHAN senantiasa memberikan yang terbaik dalam hidup kita maka sudah seharusnya kita melakukan yang sama dengan memberikan yang terbaik kepada-Nya, dengan mengutamakan perintah-perintah-Nya. Tuhan memberkati.