Sunday, 9 December 2012

IMANUEL: ALLAH MENYERTAI KITA


Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” -- yang berarti: Allah menyertai kita."
Mat 1:23
Berita kelahiran Yesus yang disampaikan malaikat TUHAN melalui mimpi kepada Yusuf bukan saja Yesus akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa (Mat 1:21), melainkan lebih dari itu, Yesus juga adalah Sang Imanuel yang berarti Allah menyertai kita (Mat 1:23). Ini merupakan tawaran anugerah yang luar biasa yang diberikan Allah kepada manusia yang berdosa. Pada saat orang berdosa menyadari akan dosa-dosanya dan datang kepada Yesus dengan segala kerendahan hati untuk meminta pengampunan serta mengundang Yesus sebagai Juruselamat dalam hidup-Nya maka bukan saja Allah mengampuni semua dosa-dosanya namun pada saat yang bersamaan Yesus, Allah yang Mahatinggi akan tinggal dalam hidup orang tersebut selama-lamanya.
Ada banyak orang Kristen yang sudah tidak asing lagi dengan kata “Imanuel”, bahkan sejak mereka ada di sekolah minggu, mereka sudah tahu arti kata “Imanuel”. Namun kita harus melangkah lebih dari sekedar tahu arti kata “Imanuel”, karena kalau kita hanya sebatas tahu maka kita akan menjadi orang Kristen yang mudah sekali lemah dan putus asa.  Hendaklah kita sungguh-sungguh melangkah dengan iman bahwa Yesus, Allah yang Mahatinggi tinggal dalam hidup kita dan menyertai kita selama-lamanya. Imanuel merupakan janji ketetapan TUHAN dan tidak bergantung kepada kita sebagai manusia.
Saya sangat mengasihi anak-anak, dan berusaha menjaga, melindungi dan menyertai mereka kemanapun mereka berada. Namun saya tidak berkuasa melakukan itu semua, ketika mereka ada di sekolah, atau di tempat lain, saya tidak bisa menyertai mereka, atau ketika mereka memiliki masalah, seringkali saya tidak sanggup menyelesaikannya. Tidak demikian halnya dengan TUHAN, sebagai Allah Ia sanggup menyertai kita setiap saat dan dimanapun.
Imanuel artinya, ketika kita jatuh dalam dosa, sedih, ditinggalkan orang yang kita kasihi, dihianati, dipermalukan, dibenci, lonely, menghadapi masalah besar dan putus asa, Allah tetap ada bersama kita. Biarlah Natal tahun ini setiap kita kembali diingatkan dan bersyukur, bahwa Yesus juga telah lahir dan tetap tinggal di dalam hidup kita selama-lamanya. Ps. Gagan Wei
Selamat Natal 2012.

Sunday, 2 December 2012

Yesus adalah Anak Allah yang Mahatinggi


(Mark 5:1-20; Luk 8:26-39; Mat 8:28-34)
"Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.”
Luke 1:32

Setelah kejadian Tuhan Yesus menghardik taufan yang melanda perahu yang Ia tumpangi bersama murid-murid-Nya, para murid berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehing­ga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?”[1] Sekalipun Yesus melakukan hal-hal yang supra natural namun murid-murid-Nya tidak pernah tahu bahwa Yesus selain manusia sejati Ia  juga adalah Anak Allah yang Mahatinggi.
Pengakuan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang Mahatinggi justru datang dari roh jahat (setan). Ketika roh jahat yang merasuk seorang laki-laki di Gerasa melihat Yesus maka ia berteriak dan jatuh tersungkur di hadapan-Nya serta berkata dengan suara keras: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi?” [2]  Pengakuan yang disampaikan oleh setan ini merupakan penggenapan dari apa yang disampaikan oleh malaikat Gabriel kepada Maria, ibu Yesus, bahwa anak yang dikandung dan dilahirkannya akan disebut Anak Allah yang Mahatinggi.[3]
Yesus adalah manusia sejati, Yesus juga adalah Anak Allah yang Mahatinggi. Allah yang kepada-Nya, Daud berseru: ”Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu. Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku.” (Maz 57:2-3). Daud menyadari sebagai manusia yang lemah, ia tidak bisa berlindung kepada orang-orang di sekitarnya atau mengandalkan dirinya sendiri; satu-satunya yang Daud percaya dan andalkan hanyalah Allah yang Mahatinggi. 
Biarlah Natal tahun ini bukan saja kita bersukacita merayakan hari kelahiran Yesus sang Juruselamat namun lebih dari itu, Natal tahun ini mengingatkan kepada kita untuk lebih sungguh-sungguh bergantung dan mengandalkan Tuhan Yesus dalam segala hal. Hanya Yesus, Allah yang Mahatinggi yang sanggup melindungi dan menolong kita.
SELAMAT HARI NATAL.







[1] Luk 8:25
[2] Luk 8:28
[3] Luk 1:32

Monday, 26 November 2012

NAMA-NYA YESUS (Mat 1:1-17)



"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.“
Mat 1:21


Matius memulai suratnya dengan silsilah Yesus yang memberi tahu kepada orang-orang Yahudi bahwa Yesus merupakan keturunan Daud dan Abraham. Matius memulai dengan Yesus Kristus, anak Daud dan anak Abraham, dalam hal ini Matius ingin memberitahukan kepada orang-orang Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias yang dinanti-nantikan. Yesus adalah keturunan raja Daud sehingga Yesus sah sebagai Raja yang diurapi (2 Sam 7:16). Yesus juga memenuhi apa yang dijanjikan Allah kepada Abraham, dimana keturunannya akan diberkati dan memberkati bangsa-bangsa (Kej 12:3).
Didalam kitab Matius ada yang perlu mendapatkan perhatian khusus, yakni lima nama perempuan dalam silsilah ini yaitu Tamar, Rahab, Rut, isteri Uria dan Maria. Hal ini sesuatu yang tidak biasa dalam kebudayaan Yahudi karena hanya nama pria saja yang dicantumkan ketika menuliskan silsilah asal-usul seseorang.
Dan empat dari lima nama perempuan itu bukanlah wanita yang patut dibanggakan. Tamar adalah seorang wanita yang memperdaya mertuanya dengan menjadi  seorang pelacur (Kej 38). Rahab juga seorang pelacur dari Yerikho (Yos 2:1-7) dan musuh bangsa Israel. Rut adalah orang asing dari Moab (Rut 1:4), yang bukan orang Yahudi melainkan juga orang yang ditolak sebagai jemaah TUHAN (Ul 23:3). Isteri Uria (Batsyeba) merupakan wanita yang melakukan perzinahan dengan raja Daud sehingga TUHAN murka kepadanya (2 Sam 11-12). Maria, ibu Yesus merupakan nama wanita kelima yang disebutkan oleh Matius (Mat 1:16)
Maka kita sekarang mengerti mengapa bayi yang dilahirkan oleh Maria diberi nama Yesus, karena Dialah yang ditetapkan Allah untuk menyelamatkan manusia berdosa, tidak pandang bulu, apakah ia berbangsa Yahudi atau bukan, pria atau wanita. Siapapun yang datang kepada Yesus dengan segala kerendahan hati, mengakui dosa-dosa, meminta pengampunan dan menerima-Nya sebagai TUHAN dan Juruselamat maka ia akan diselamatkan. Tuhan memberkati.




Thursday, 15 November 2012

YESUS LAHIR MEMBUKTIKAN ALLAH SERIUS DENGAN RENCANA-NYA



" Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita. “
Mat 1:22-23

Di dalam menyambut kebaktian dan perayaan natal tahun ini maka kita akan menyelenggarakan kotbah seri yang bertemakan: “BORN TO CHANGE”. Dimulai dengan minggu ini dan empat minggu ke depan secara berturut-turut kita akan belajar tentang hal-hal yang berkaitan dengan kelahiran Yesus. Satu peristiwa yang dilukiskan oleh Prof. Dr. J.H. Bavinck sebagai satu peristiwa yang sangat kudus. Satu kelahiran yang telah ditunggu-tunggu oleh semua orang saleh dalam Perjanjian Lama, yaitu kelahiran Anak Manusia, sang Mesias.
Perhatikan ayat-ayat berikut ini:
·      Kelahiran-Nya dari seorang perawan (Yes 7:14)
·      Lahir di Betlehem (Mikha 5:2)
·      Dikorbankan (Yes 53:5)
·      Disalibkan (Maz 22:14-18)
·      Dibangkitkan (Maz 16:10)
Kehadiran Yesus sebagai Raja yang diurapi menggenapi apa yang telah dinubuatkan oleh pada nabi di Perjanjian Lama. Jelas terlihat di sini bahwa kelahiran Yesus bukanlah sesuatu yang kebetulan namun memang TUHAN telah merencanakannya dan dengan kuasa-Nya mengatur semua yang telah direncanakan berjalan sesuai dengan rencana-Nya. Semua ini membuktikan bahwa kelahiran Yesus merupakan inisiatif TUHAN sendiri, manusia tidak ada andil sama sekali. Ini merupakan kasih karunia TUHAN kepada manusia berdosa yang mana membawa perubahan, khususnya pemulihan hubungan manusia dengan TUHAN, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan dirinya sendiri.
Yesus, yang adalah Anak Allah, rela datang ke dalam dunia menjadi Manusia untuk merefleksikan Allah kepada manusia, sehingga melalui kehidupan-Nya maka manusia bisa melihat dan berjumpa dengan Allah. Kehidupan-Nya yang dikorbankan di atas kayu salib membuktikan bahwa Allah Bapa serius dengan rencana-Nya untuk menebus manusia berdosa. Mari kita menyambut dan merayakan hari natal dengan penuh pengucapan syukur atas kasih karunia dan rencana-Nya yang sempurna dalam hidup kita. Tuhan memberkati.





Sunday, 11 November 2012

YESUS MENGUBAH KUTUK MENJADI BERKAT (Nehemia 10:1-39)



“Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Gal 3:13

Setelah bangsa Israel belajar dan mengerti firman TUHAN (pasal 8-9) ,maka di pasal 10 mereka mengambil keputusan bersama, mulai dari para pemimpin agama, tokoh masyarakat, orang tua dan anak-anak yang sudah mengerti, membuat perjanjian yang dibubuhi materai bahwa mereka akan hidup mentaati hukum Taurat.
Mereka berjanji:
1.     Menghindari kawin campur
2.     Menghormati hari Sabat
3.     Membebaskan hutang bagi orang-orang yang berhutang di tahun yang ke tujuh
4.     Memberikan persembahan bagi kepentingan rumah ibadah
5.     Menetapkan orang-orang untuk bertugas di rumah ibadah, agar mezbah TUHAN terpelihara
6.     Memberikan buah sulung sebagai persembahan pertama dari penghasilan
7.     Memberikan perpuluhan
8.     Menjaga dan memelihara rumah ibadah
Ini merupakan satu keputusan yang serius, karena sekali pelanggaran saja akan membuat mereka ada di bawah kutuk Tuhan. Dan akhirnya mereka mentaati hukum Taurat karena takut dikutuk oleh TUHAN (Gal 3:10). Masalahnya tidak ada seorangpun yang benar-benar bisa melakukan Hukum Taurat seratus persen, dengan demikian setiap mereka melanggar Hukum Taurat mereka harus mempersembahkan korban binatang sebagai penghapus dosa atau korban pendamaian atau korban lainnya.
Kita harus bersyukur kepada TUHAN karena Yesus sudah dipersembahkan sebagai korban penghapus dosa dan korban perdamaian. Sebagai Anak Allah pengorbanan-Nya cukup untuk menebus dosa semua umat manusia. Yesus Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan mati di kayu salib (Gal 3:13). Ini merupakan kasih karunia dan kebaikan TUHAN sehingga kita sudah tidak harus menanggung  dosa kutuk lagi.
Melalui pemahaman ini marilah kita mentaati semua perintah-perintah TUHAN bukan dikarenakan takut dihukum atau dikutuk TUHAN, melainkan karena kasih kita kepada-Nya karena Yesus telah rela mati di atas kayu salib untuk menanggung semua kutuk yang seharusnya kita terima. Puji Tuhan.